Kamis, 24 Mei 2018

Bersedekah Dengan Harta Haram, Diterima Nggak?

KajianLagi - Bersedekah menjadi salah satu ibadah yang sangat dianjurkan, karena didalamnya ada banyak manfaatnya. Terlebih lagi jika sedekah dilakukan pada bulan ramadhan seperti ini, maka pahalanya akan semakin berlipat ganda. Akan tetapi, harus diperhatikan bahwa harta yang digunakan untuk bersedekah haruslah dari harta yang halal. Karena apalah artinya sedekah jika hartanya berasal dari mencuri, korupsi, menipu dan perbuatan jahat lainnya. Mungkin saat ini banyak yang salah paham tentang “sedekah membersihkan harta”, mereka pikir dengan bersedekah, harta yang semula haram akan menjadi halal. Padahal kenyataannya tidaklah demikian, karena apapun alasannya tindakan tersebut tetap diharamkan. Allah SWT hanya akan menerima sedekah yang thoyyib (baik dan halal), dan Dia tidak akan pernah menerima sedekah yang berasal dari harta haram, meskipun itu dengan label niat tulus untuk membantu/berbagi. Jangan Sampai Terlewat! Ini 3 Waktu Terkabulnya Doa Pada Bulan Ramadhan 
sedekah dengan harta haram

 Kenapa tidak boleh bersedekah dengan harta haram?

Seperti disebutkan diatas bahwa sedekah ibarat air yang dapat membersihkan harta, maka sedekah menggunakan harta haram layaknya urine yang tidak membersihkan tapi justru membuat harta semakin kotor. Menakjubkan! Ternyata Ini Alasan Kenapa Harus Banyak Sedekah Di Bulan Ramadhan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tidaklah diterima shalat tanpa bersuci, tidak pula sedekah dari ghulul (harta haram)” (HR. Muslim no. 224).

Allah tidak akan menerima sedekah dari harta haram

“Tidaklah seseorang bersedekah dengan sebutir kurma dari hasil kerjanya yang halal melainkan Allah akan mengambil sedekah tersebut dengan tangan kanan-Nya lalu Dia membesarkannya sebagaimana ia membesarkan anak kuda atau anak unta betinanya hingga sampai semisal gunung atau lebih besar dari itu” (HR. Muslim no. 1014).

Allah itu baik, Dia hanya menerima yang baik saja

“Hai manusia! Sesungguhnya Allah itu baik dan tak hendak menerima kecuali yang baik. Sesungguhnya Allah ta’ala telah memerintahkan kepada orang-orang beriman apa yang diperintahkan kepada para Rasul, maka firman-Nya, ‘Hai para Rasul, makanlah dari hasil yang baik dan beramal sholehlah! Sesungguhnya Aku mengetahui apa-apa yang engkau lakukan!’ Dan firman-Nya lagi, ‘Hai orang-orang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik-baik yang telah Kami karuniakan kepadamu!’ Lalu disebutkan Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang seorang laki-laki yang lama berkelana, dengan rambutnya yang kusut kusam dan pakaian yang berdebu, menadahkan tangannya ke langit, seraya berkata ‘Ya Tuhanku, ya Tuhanku! Padahal makanannya haram, pakaiannya haram, minumannya haram, dan dibesarkan dengan yang haram, maka bagaimana doanya dapat dikabulkan Tuhan.” (HR. Muslim)

Lalu bagaimana seharusnya membersihkan harta haram?

Membersihkan harta haram bisa dibedakan menjadi tiga, yakni :
•  Harta haram secara zatnya, misalnya : khamr, babi dan benda najis lainnya. Maka harta seperti ini tidak akan diterima sedekahnya dan wajib dikembalikan kepada pemiliknya.
•  Harta haram karena merupakan hak orang lain (harta mencuri/korupsi/menipu), maka untuk membersihkannya adalah dengan mengembalikan kepada pemilik sebenarnya. Sedekah dengan harta haram seperti ini tidak akan pernah diterima oleh Allah.
•  Harta haram karena pekerjaannya, misalnya : riba, berdagang barang haram, dan lainnya, maka cara membersihkannya adalah dengan memberikan harta untuk kemaslahatan ummat. Jadi tidak bernilai sedekah ya!
Sudah jelas bukan, bahwa tidka boleh bersedekah dengan harta haram. Jadi selalu berhati-hati dalam mencari harta ya! Semoga kita dihindarkan Allah dari sesuatu yang diharamkan. Semoga bermnafaat yaa!


Loading...