Selasa, 29 Desember 2015

Sudah Benarkah Mandi Wajibmu?

Tata cara mandi wajib untuk muslim sebenarnya sudah sangat umum dan mudah dipelajari. Namun ternyata setelah ditelusur tidak semua muslim itu mengetahui tatacara mandi wajib yang benar menurut syariat Islam. Bisa jadi karena mereka malu untuk bertanya, dan hanya mengira-ngira, atau hanya mengerti sepotong-potong, dan enggan menambah pengetahuan itu, atau sama sekali tidak peduli. Hingga seringkali menimbulkan pertanyaan, sudah benarkah mandi wajibmu?
Alasan untuk mandi wajib bagi seorang muslim ada beberapa hal yakni setelah selesai Haid, seusai berjima’, sehabis bersalin, mimpi basah, setelah nifas atau menjadi mualaf. Ketidak tahuan, atau bahkan ketidak pedulian muslim mengenai perkara mandi menyebabkan ibadah lainnya menjadi tidak syah atau kurang afdhol. Memang seharusnya sejak sekarang muslim tidak sekedar mencukupkan dengan perkara-perkara yang sifatnya mubah, namun sudah mulai memahami sunah yang dicontohkan Rasulullah.
Sudah benarkah mandi wajibmu? Karena mandi wajib ini memang tataacaranya berbeda dengan mandi biasa, namun tata caranya sama antara laki-laki dan perempuan, yang dikhususkan adalah jika rambut wanita digelung atau dikepang, apakah wajib diurai? Karena setiap wanita mempunyai kondisi tertentu tentang rambutnya, jika panjang, digelung dan kesulitan mengurainya karena alasan kondisional (waktu, cuaca, ketersediaan air atau hal darurat lainnya), maka Rasulullah menjawab.
“Jangan (kamu buka). Cukuplah kamu menyela-nyelai kepalamu dengan air tiga kali, kemudian guyurlah kepala dan badanmu dengan air, sehingga kamu telah suci.” (HR. Muslim no. 330).
Dan menurut Aisyah ra, cara mandi junub  bila di ringkas sebagai berikut:
1. Niat dalam hati
2. Mencuci tangan sebanyak tiga kali
3. Membersihkan kemaluan dan kotoran dengan tangan kiri, setelah itu tangan dibersihkan kembali dengan cara menggosokkan ketanah atau lantai. Untuk masa kini bisa dengan sabun.
4. Berwudhu seperti biasanya
5. Menyiram air keatas kepala sebanyak 3 kali Dan menggosok-gosokan tangan atau menyela-nyela rambut sampai ke kulit  kepala (tidak wajib untuk yang digelung rambutnya)
6. Mengguyur air keseluruh tubuh, dimulai dari sisi kanan
Bagaimanakah jika disuatu daerah yang memang sedang kesulitan air atau memang jauh dari air sedang kita harus mandi wajib karena ada suatu hal, apakah harus mencari air sampai ketemu atau bagaimana? Rasulullah menjelaskan untuk melakukan tayamum seperti tata cara tayamum biasanya, bukan mengguyurkan/ menempelkan debu atau pasir keseluruh badan, cukup dua tangan dan muka. Islam tak memberatkan umatnya dalam keadaan darurat, maka cobalah cek diri kita, sudahkah benar mandi wajibmu?





Loading...