Selasa, 05 Juni 2018

Mengapa Shaf Shalat Berjamaah Harus Lurus dan Rapat?

KajianLagi - Saat shalat berjamaah di masjid, Anda pasti pernah mendengar perintah untuk meluruskan dan merapatkan shaf shalat, bukan? Bagi yang belum paham, pastilah dia akan merasa jengkel dan merasa tidak nyaman. Padahal perintah tersebut sudah ada sejak jaman Rasulullah, bahkan dalam beberapa hadits sudah dijelaskan akan konsekuensinya apabila kita melanggar perintah tersebut. Artinya, masalah melurus dan rapatkan shaf dalam shalat berjamaah merupakan hal penting yang tidak boleh dilanggar. Kapan Waktu Tepatnya Harus Membayar Zakat Fitrah?
meluruskan dan merapatkan shaf shalat
Bahkan mengenai masalah ini, Rasulullah sendiri pernah mengajarkan langsung kepada para sahabat agar barisan dalam shalat jamaah selalu lurus dan rapat. Bahkan Beliau juga memberikan ancaman khusus apabila shaf dibiarkan tidak rapat dan tidak lurus, sebagaimana disebutkan dalam beberapa hadits, yakni : Bersedekah Dengan Harta Haram, Diterima Nggak?

1.    Mengakibatkan perpecahan

Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam selalu meluruskan shaf kami, sehingga beliau seolah-oleh meratakan anak panah sehingga beliau melihat bahwa kami telah memahaminya. Kemudian suatu hari beliau keluar (untuk menunaikan sholat), lalu berdiri hingga ketika hampir mengucapkan takbir, beliau melihat seorang lelaki dadanya keluar (menonjol) dari shaf, maka beliau bersabda: “”Hai hamba-hamba Allah, kalian benar-benar meluruskan shaf kalian (jika tidak) Allah akan (menimbulkan perselisihan) di antara wajah-wajah kalian.” (HR Muslim dan Ahmad)
 Dalam hadits diatas, Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam memberikan peringatan akan tentang kemungkinan terjadinya perselisihan antara wajah-wajah para sahabat jika mengabaikan lurus dan rapatnya shaf. Hal ini bisa saja diartikan bahwa akan terjadi perbedaan tentang cara pandnag dalam berbagai masalah kehidupan yang dapat berakibat pada perpecahan di tengah tubuh ummat islam. Cara Mengundang Malaikat Rahmat Kedalam Rumah Kita

2.    Salah satu wujud kesempurnaan shalat

Meluruskan dan merapatkan shaf shalat termasuk wujud kesempurnaan dalam shalat, sebagaimana disebutkan dalam beberapa hadits berikut ini :
Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam sampai bersabda:
 “Luruskanlah shaf kalian, karena meluruskan shaf termasuk tegaknya sholat.” (HR Bukhary)
Disebutkan pula dalam hadits yang lain :
 “Luruskanlah shaf kalian, karena meluruskan shaf termasuk kesempurnaan sholat.” (HR Ibnu Majah)

3.    Agar tidak menjadi celah masuknya setan

Merapatkan dan meluruskan shaf shalat dapat bermanfaat untuk menutup celah-celah yang dapat dimasuki setan untuk mengganggu manusia.
“Rapatkanlah shaf-shaf kalian, saling berdekatanlah, dan luruskanlah dengan leher-leher (kalian), karena demi Dzat yang jiwaku berada di dalam genggamannya, sesungguhnya aku melihat setan masuk dari celah-celah shaf seakan-akan dia adalah kambing kecil.” (HR Abu Dawud)

4.    Mendapatkan rahmat Allah

Siapapun yang menyambung shaf shalat, maka Allah akan memberikan rahmatnya, sebaliknya bagi yang memutus, maka Allah akan memutuskan dari rahmatnya. Sebagaimana dalam hadits yang artinya :
“Barangsiapa menyambung suatu shaf, niscaya Allah menyambungnya (dengan rahmatNya). Dan barangsiapa yang memutuskan suatu shaf, niscaya Allah memutuskannya (dari rahmatNya).” (HR An-Nasai)

Cara Meluruskan Shaf Shalat

Ada beberapa riwayat yang menyebutkan tentang anjuran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada para sahabat tentang meluruskan dan merapatkan shaf shalat, diantaranya :

1.    Luruskan shaf dan Rapatkan pundak

Hadits dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan,
”Luruskan shaf, rapatkan pundak, dan tutup celah, perlunak pundak kalian untuk saudaranya, dan jangan tinggalkan celah untuk setan.” (HR. Abu Daud 666 dan dishahihkan al-Albani)

2.    Penuhi dulu shaf paling depan

 Hadis Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan,
 “Penuhi shaf depan, kemudian shaf berikutnya…” (HR. Abu Daud 671 dan dishahihkan al-Albani).

3.    Lekatkan kaki dengan kaki temannya

Dalil dari hadits Anas bin Malik,
 “Dari Anas, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, ”Luruskanlah shaf kalian, aku melihat kalian dari belakang punggungku.” Lantas salah seorang di antara kami melekatkan pundaknya pada pundak temannya, lalu kakinya pada kaki temannya.” (HR. Bukhari no. 725).
Setelah mengetahui pentingnya meluruskan dan merapatkan shaf shalat berjamaah diatas, pastinya kita akan lebih peduli lagi pada aturan penting ini, bukan? Jangan sampai karena hal yang sering dianggap sepele ini, lantas Allah memutuskan kita dari rahmatNya. Semoga kita senantiasa dikumpulkan dengan orang-orang yang bertaqwa.

sumber gambar : www.hudacendekia.or.id
Loading...